CILEGON, penahitam.id/ – Ketua Islamic Center Cilegon, Agus Surahmat, memberikan tanggapan terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa tempat tersebut tidak dapat digunakan untuk pembinaan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Cilegon.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantornya di Taman Cilegon, Agus menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi dari Pemerintah Kota Cilegon terkait permohonan penggunaan fasilitas mereka untuk kegiatan MTQ.
Ia menegaskan bahwa Islamic Center selalu terbuka untuk kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat, terutama yang terkait dengan pemerintah.
“Selama ini kami selalu memberi ruang untuk kegiatan keagamaan. Jika ada permohonan resmi, kami pasti akan memberikan izin. Namun, sampai saat ini tidak ada komunikasi atau surat resmi dari Pemkot Cilegon,” ungkap Agus.
Agus juga menekankan bahwa pihak Islamic Center tidak membebankan biaya apapun kepada pemerintah untuk kegiatan keagamaan, kecuali untuk kebersihan dan hal-hal teknis lainnya.
“Semua fasilitas kami untuk kegiatan keagamaan adalah gratis, selama itu digunakan sesuai tujuan yang benar,” tambahnya.
Islamic Center, menurut Agus, berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan selama itu tidak menimbulkan beban biaya yang tidak wajar bagi masyarakat.
“Kalau ada permohonan untuk kegiatan keagamaan, kami akan buka ruang untuk itu. Kami hanya minta bantuan untuk kebersihan dan listrik, itu sudah wajar,” lanjut Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Agus juga menyampaikan apabila kemudian lokasi pembinaan peserta MTQ Cilegon dipindahkan ke Islamic Center.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak masalah selama kegiatan tersebut untuk kepentingan syiar agama dan sesuai dengan maksud dan tujuannya. (*/Red)









