Ahmad Haryani Ketua Karang Taruna Kelurahan Pabean
Cilegon, Karang Taruna Pabean mewakili Kota Cilegon salah satu peserta Lomba PSKS (Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial) 2026 dinilai janggal mengingat lomba ini harusnya ikuti oleh karang taruna Kelurahan dibuktikan SK dokumen lainya, saat menampilkan nilai perlombaan dari presentasi dan survei lapangan. Instrumen penilian tidak jadikan dasar penilian melainkan hanya gambaran dikertas.
Ketua Karang Taruna Pabean Ahmad Haryani menilai, ada yang janggal dalam penilaian lomba karang taruna berprestasi y diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Di Bulan Juli-Agustus 2026. Mengingat semestinya perlombaan karang taruna berprestasi diikuti oleh tingkat kelurahan dan buktikan dengan SK Kelurahan.
Ia menegaskan pada saat menanyakan kepada tim penilai lapangan yang ke Kota Cilegon, saat ditanya untuk diminta data penilaian ia tidak kasih, melainkan melempar panitia lainnya. Padahal dia juga bagian panitia penilian dilapangan, akhirnya menimbulkan dugaan kuat syarat pentingan elit. Ungkap Haryani
Saat pengumuman perlombaan juga tidak langsung, tau-tau melihat status whatsapp karang taruna daerah sebelah sedang bagikan hadiah pada saat pelantikan karang taruna Propinsi Banten. Tidak diberi kabar dan baru kasih saat sudah pengumuman. menurutnya perlombaan hanya sebatas formalitas sandiwara belaka, tanpa adanya penilian yang aktual dan tidak kongkrit.
Kepentingan elit karang taruna provinsi Banten menguat, masalahnya saat ini pimpinan karang taruna prov. Banten bertempat tinggal di kelurahan yang mendapatkan juara lomba karang taruna. Ini jelas indikasi kuat syarat kepentingan mereka. Tutup Haryani
Haryani meminta kepada Dinas Sosial Prov. Banten sebagai penyelenggara untuk terbuka meliatkan hasil dari pada penilian presentasi dan dilapangan serta dibuktikan dengan dokumen yang telah tetapkan sebagai instrumen penilian. Tutupnya









