CILEGON, penahitam.id/ – Kongres Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) resmi digelar pada Rabu (23/4) di Aula DPRD Kota Cilegon. Agenda utama kongres ini adalah pemilihan kepengurusan baru, termasuk Ketua Umum DKKC yang akan memimpin selama tiga tahun ke depan.
Ketua DKKC terpilih Ayatullah Khumaeni menyampaikan bahwa ke depan, DKKC akan menjadi ruang sinergi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat luas.
“Kami ingin Dewan Kebudayaan menjadi wadah kolaboratif untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal, selaras dengan perkembangan zaman namun tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pelaku seni dan budaya di Cilegon untuk aktif berkontribusi dalam membangun peradaban kota melalui pendekatan kebudayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Ayatullah Khumaeni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DKKC dalam kongres yang dihadiri oleh tokoh budaya, seniman, akademisi, perwakilan pemerintah, dan komunitas budaya se-Kota Cilegon. Pemilihan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua Steering Committee (SC) Yulie Hadyana menyampaikan bahwa kongres ini menjadi momen penting dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan lokal di tengah tantangan globalisasi.
“Kami mengundang seluruh pelaku budaya untuk hadir dan duduk bersama dalam mendukung serta mendorong kepengurusan DKKC yang baru. Ini langkah awal menentukan arah kemajuan budaya Cilegon ke depan,” ujar Yulie.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, yang membuka acara, mengapresiasi terselenggaranya kongres ini sebagai bagian dari transformasi kelembagaan budaya di daerah.
“Budaya adalah akar dan jati diri kita. Melalui kongres ini, kita berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis untuk pelestarian budaya sekaligus menjadikannya kekuatan pembangunan daerah,” katanya.
Heni menambahkan, perubahan dari Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan merupakan langkah signifikan karena seluruh unsur kebudayaan kini terwadahi secara lebih luas dan inklusif. (DN)









