Angka Stunting di Cilegon Turun, Tapi Ancaman Gizi Buruk Belum Usai

CILEGON | penahitam.id/ – Ada kabar baik dari Kota Baja. Angka stunting di Cilegon perlahan mulai turun.

Data Status Gizi Indonesia menyebutkan, pada Februari 2025, prevalensi stunting di Cilegon menyentuh angka 19 persen. Turun 3 persen dari tahun sebelumnya yang berada di angka 22 persen.

Namun, di balik penurunan angka itu, masih ada ratusan anak yang tumbuh dalam kondisi gizi kronis. Data by name by address (BNBA) yang dimiliki Dinas Kesehatan Cilegon mencatat ada 827 anak stunting di seluruh wilayah kota.

“Memang ada penurunan, tapi belum bisa dibilang aman. Angka itu masih cukup besar,” ujar Lia Pursitawati, Nutrisionis Ahli Muda Dinkes Cilegon saat ditemui Jumat (25/7).

PilihanRedaksi

Penurunan ini, kata Lia, adalah buah dari kerja kolaboratif lintas sektor dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Cilegon. Tim yang dikoordinasikan oleh Bappeda ini melibatkan banyak pihak mulai dari Dinkes, BP2AKB, hingga perangkat daerah lainnya.

“Kami fokus pada intervensi spesifik. Mulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil dan remaja putri, skrining anemia, pemberian makanan tambahan, sampai edukasi gizi. Semua dilakukan secara konvergen,” jelas Lia.

Meski tren menurun, sebaran kasus masih terjadi di tujuh kelurahan prioritas. Kecamatan Citangkil 2 menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Cibeber, Pulomerak, Jombang, dan Cilegon.

“Penetapan lokus bukan hanya soal angka. Kami juga pertimbangkan kondisi wilayah dan akses ke layanan,” tambah Lia.

Namun, angka dan data tak bisa menyentuh akar masalah sendirian. Perlu pendekatan yang lebih dalam dan menyentuh kesadaran masyarakat.(DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.