CILEGON | PENAHITA.ID – Setelah sempat muncul miskomunikasi, empat asosiasi pengusaha Cilegon kini sepakat duduk satu meja. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pun turun tangan memfasilitasi jalan agar pengusaha lokal bisa ambil bagian dalam proyek investasi PT Cengda yang kini dikerjakan oleh PT Total Bangun Persada (TBP).
Pertemuan berlangsung di Ruang Mall Pelayanan Publik (MPP) Cilegon, Selasa (29/7). Hadir dalam pertemuan itu para wakil dari Kadin Cilegon, Gapensi, HIPPI, dan HIPMI, bersama perwakilan PT TBP dan PT Cengda.
Kepala DPMPTSP Kota Cilegon, Hayatin Nufus, tak menutupi bahwa sebelumnya sempat terjadi kekeliruan dalam komunikasi antara asosiasi dan pelaksana proyek.
“Hari ini kita membangun komunikasi karena kemarin ada sedikit miss (komunikasi), sekarang empat asosiasi tersebut sudah bersatu untuk mengikuti kesempatan pekerjaan yang ada di PT Cengda,” ujar Nufus kepada Penahitam usai rapat.
Ia menegaskan bahwa peran Pemkot hanya sebagai jembatan. Soal teknis, seleksi, hingga kontrak, tetap harus dijalankan secara profesional, mengikuti koridor aturan yang berlaku.
“Pesan saya, koridor aturan dan spesifikasi perusahaan itu harus tetap dipenuhi, tidak boleh sembarangan. Teknisnya nanti dibicarakan antara Kadin dan main contractor PT Total Bangun Persada,” tegasnya.
Dalam forum itu, Nufus juga menyampaikan peringatan keras: jangan ada yang memaksakan diri hanya karena merasa orang pribumi. Kompetensi tetap menjadi kunci.
“Tadi saya sampaikan, upayakan dulu untuk pengusaha lokal. Kalau memang tidak memenuhi atau tidak ada keahlian, lebih baik angkat tangan. Setelah itu, TBP bisa memberikan kesempatan kepada asosiasi yang sudah direkomendasikan,” jelasnya.
Langkah ini jadi angin segar, setelah sekian lama pengusaha lokal Cilegon kerap mengeluh sulitnya masuk ke proyek-proyek investasi yang digarap perusahaan luar. Kini, dengan bersatunya asosiasi dan fasilitasi dari Pemkot, peluang itu terbuka kembali, asal bisa dibuktikan dengan kualitas, bukan sekadar asal domisili. (DN/Red)









