CILEGON | penahitam.id/ – Rasa kehilangan tak pernah mudah. Tapi di tengah duka, masih ada bentuk perlindungan yang hadir untuk menyambung harapan. Hal inilah yang tampak dalam Apel Pagi Pemerintah Kota Cilegon, Senin (4/8), saat BPJS Ketenagakerjaan Cilegon menyerahkan santunan jaminan kematian dan beasiswa pendidikan kepada keluarga peserta yang telah wafat.
Santunan senilai Rp42 juta dan bantuan pendidikan hingga perguruan tinggi diserahkan langsung secara simbolis oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cilegon, Afriwan Mahendra, di Halaman Kantor Wali Kota.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Afriwan.
Afriwan menegaskan, program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bukan semata untuk pekerja formal di pabrik atau kantor, tapi juga ditujukan bagi para pekerja sektor informal.
“Jangan tunggu bekerja di perusahaan besar baru ikut Jamsostek. Pedagang, tukang ojek, penjual bakso, petani—semua yang bekerja, layak dilindungi,” tegasnya.
Manfaat program Jamsostek mencakup perlindungan risiko kecelakaan kerja, santunan kematian, dan beasiswa pendidikan bagi anak-anak pekerja yang menjadi peserta aktif. Program ini hadir sebagai jaring pengaman sosial bagi keluarga ketika tulang punggung mereka berpulang.
Pemerintah Kota Cilegon menyambut baik langkah ini. Menurut perwakilan Pemkot, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pekerja di kota baja tersebut.
Afriwan pun berharap, cakupan kepesertaan program Jamsostek di Cilegon bisa semakin luas dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM dan komunitas pekerja informal. (*)









