CILEGON – Anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ari Muhammad, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon agar pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat dilakukan berdasarkan kompetensi dan kemampuan aparatur, bukan karena faktor kedekatan maupun titipan.
Menurut Ari, rotasi dan mutasi merupakan kewenangan penuh kepala daerah. Namun, kebijakan tersebut harus mampu menghasilkan birokrasi yang profesional dan berdampak terhadap peningkatan kinerja pemerintahan.
“Yang jelas mudah-mudahan rotasi mutasi dilaksanakan dengan dasar kompetensi dan kemampuan. Sehingga dapat mengoptimalkan kinerja pemerintahan,” katanya kepada Penahitam.id, Rabu (17/6/2026).
Ia menilai, jika penempatan pejabat dilakukan sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, maka Wali Kota Cilegon Robinsar akan lebih mudah menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan berjalannya rotasi mutasi, Pak Robinsar bisa berlari lebih kencang menjalankan program-programnya,” ujarnya.
Ari mengaku tidak mengetahui secara detail pertimbangan yang digunakan dalam pelaksanaan rotasi dan mutasi yang baru dilakukan Pemkot Cilegon.
Namun, ia menyoroti masih banyak jabatan strategis di lingkungan pemerintahan yang belum terisi secara definitif.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Cilegon segera menerapkan sistem manajemen talenta sebagai dasar dalam penempatan aparatur sipil negara.
“Banyak jabatan strategis yang belum segera diisi. Makanya Wali Kota harus segera menerapkan manajemen talenta,” katanya.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta akan membuat proses rotasi dan mutasi lebih objektif karena setiap pegawai telah memiliki profil kompetensi yang jelas.
“Supaya rotasi mutasi person to person jelas, jangan hanya berdasarkan kedekatan. Kalau kedekatan yang menjadi dasar, kinerjanya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Ari menambahkan, hingga saat ini sistem manajemen talenta di lingkungan Pemkot Cilegon belum berjalan secara optimal.
Padahal, melalui pemetaan kompetensi tersebut pemerintah dapat mengetahui potensi dan kemampuan setiap pegawai sehingga penempatannya lebih tepat.
“Kalau mereka sudah diprofiling, kita akan lebih mudah melihat kemampuannya seperti apa, cocoknya di mana. Bukan hanya karena kedekatan atau titipan,” pungkasnya.









