Ruang Terbuka, PAUD dan Perpustakaan Jadi Kunci Sukses Ketileng Raih Predikat Kelurahan Layak Anak

CILEGON | PENAHITAM – Kelurahan Ketileng kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Kelurahan Layak Anak untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Keberhasilan ini tak lepas dari konsistensi kelurahan dalam menyediakan sarana yang mendukung tumbuh kembang anak, mulai dari ruang terbuka publik hingga fasilitas pendidikan usia dini.

Lurah Ketileng, Hilman Setiaji, mengungkapkan bahwa penghargaan ini diberikan saat apel pagi di Kantor Walikota, Senin (28/7) apel pagi merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang diikuti oleh seluruh Kelurahan dan Kecamatan di Kota Cilegon.

“Itu apel dalam rangka Hari Anak Nasional. Dirangkaikan proses itu dirangkaikan dengan penghargaan. Kelurahan dan Kecamatan layak anak sekota Cilegon. Alhamdulillah pas Kelurahan Ketileng masuk kategori kelurahan layak anak,” ujarnya.

Hilman menambahkan bahwa hanya tiga Kelurahan di Kota Cilegon yang berhasil meraih penghargaan tersebut tahun ini, termasuk Kelurahan Ketileng.

PilihanRedaksi

“Sekota Cilegon kan ada tiga orang, ada tiga kelurahan. Nah, tiga kelurahan ini masuk terkategori layak anak,” katanya.

Salah satu faktor kunci keberhasilan Ketileng adalah keberadaan fasilitas publik yang ramah anak. Ruang Terbuka Publik (RTT) yang berada tepat di depan kantor kelurahan menjadi salah satu sarana penting untuk aktivitas fisik dan sosial anak-anak.

“Pertumbuhan anak di wilayah Kelurahan Ketileng ini, ya cukup baik. Ada media untuk bagaimana tumbuh kembangnya anak secara alamiah. Ya, kalau udah di depan kantor Kelurahan ada RTT. Itu juga salah satu media untuk bagaimana tumbuh kembangnya usia dini,” jelas Hilman.

Selain itu, sektor pendidikan usia dini juga menjadi perhatian serius. Ketileng memiliki berbagai lembaga pendidikan seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) yang tersebar di wilayah Kelurahan.

“Kemudian media pendidikan juga sama. Ada PAUD, ada TK, ada RA, ya cukup banyak di Kelurahan Ketileng,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, partisipasi aktif anak-anak dan masyarakat juga menjadi indikator penting. Kelurahan Ketileng memiliki perpustakaan mandiri berinklusi sosial yang rutin dikunjungi oleh siswa dari berbagai jenjang.

“Kita punya perpustakaan mandiri berinklusi sosial. Itu hampir setiap minggu kita kerja sama dengan SD, TK dan RA, untuk mengunjungi perpustakaan dan taman baca” jelas Hilman.

“Ini pun juga mendorong bagaimana anak itu kuat, bisa memberikan edukasi diri untuk minat baca. Minat baca anak itu tumbuh di benak pikirannya. Nah, makanya ada taman baca dan perpustakaan,” pungkasnya.

Dengan komitmen tinggi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, Ketileng berhasil menunjukkan bahwa predikat Kelurahan Layak Anak bukan sekadar label, tetapi hasil dari kerja nyata seluruh elemen masyarakat. (AA/Red)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.