CILEGON, penahitam.id/ – Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu fokus utama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah daerah.
Dalam wawancaranya di Masjid Pemerintah Kota Cilegon, Kamis (24/4), Fajar menyampaikan bahwa proses koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) masih terus berjalan, meskipun sempat mengalami keterputusan dalam beberapa pertemuan sebelumnya.
“Jujur, beberapa meetingnya sempat terputus-putus, ya kayak masih dalam proses penyusunan. Tapi kalau saya lihat, misalnya dari Dindik, itu sudah luar biasa dalam menyusun efisiensi, begitu juga PU yang dikawal langsung Kang Mak,” ungkapnya.
Fajar menyebutkan bahwa saat ini sejumlah OPD sudah menunjukkan langkah-langkah efisiensi nyata, dan proses paparan program secara menyeluruh direncanakan akan dilakukan pada Senin mendatang.
“Saat ini kami sedang berproses. Insya Allah kalau nggak besok, ya Senin mereka akan memaparkan. Setahu saya, dari Dindik ada di angka 5,2 miliar, tapi untuk data pastinya silakan dikonfirmasi ke mereka langsung,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa transparansi menjadi komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam pengelolaan anggaran, dan pihaknya terbuka untuk publikasi serta kritik dari masyarakat.
“Kita open kok. Kita selalu terbuka ke publik. Seperti yang disampaikan Pak Wali, efisiensi yang sudah dilakukan bisa sampai Rp50 miliar. Ini langkah besar yang tentu harus diikuti oleh seluruh OPD,” tegas Fajar.
Dirinya mengingatkan agar OPD tidak memaksakan program-program yang sebenarnya tidak lagi relevan atau penting, dan mulai membiasakan disiplin anggaran.
“Yang dulu-dulu gak perlu ya udah, jangan dipaksain lagi. Sekarang waktunya nurut. Wis-wis nurut kalau kata orang Jawa,” pungkasnya.
Dengan efisiensi dan transparansi sebagai prinsip utama, Pemerintah Kota Cilegon berharap bisa mendorong kinerja yang lebih optimal dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan program daerah. (DN)









