Ratusan lalat memenuhi salah satu rumah warga di Perumahan Bukit Cilegon Asri (BCA) Blok Sakura, Kelurahan Bagendung, Kota Cilegon, yang diduga terdampak aktivitas kandang ayam.
CILEGON – Warga Perumahan Bukit Cilegon Asri (BCA) Blok Sakura, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, mengeluhkan serbuan lalat dan bau menyengat yang diduga berasal dari sebuah kandang ayam di sekitar permukiman.
Keluhan tersebut mencuat setelah warga merasakan gangguan yang semakin sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan, berdasarkan video yang diterima Penahitam.id, terlihat ratusan lalat memenuhi salah satu rumah warga hingga menempel di dinding, perabot, dan makanan.
Perwakilan warga, Abi, mengatakan keberadaan lalat sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, bau menyengat juga kerap tercium, terutama pada malam hari.
“Kalau setelah Magrib baunya mulai terasa. Lalat juga sangat banyak, masuk ke dalam rumah, menempel di makanan dan perabotan. Ini sudah sangat mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Menurut Abi, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga, khususnya anak-anak.
Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan tanpa harus menimbulkan konflik antara warga dengan pengelola kandang ayam.
“Kami hanya ingin lingkungan kembali bersih dan nyaman. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk semua pihak,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RW 07, Pono. Ia membenarkan banyak warga yang menyampaikan keberatan terkait banyaknya lalat dan bau yang diduga berasal dari lokasi peternakan ayam tersebut.
“Memang benar ada keluhan dari warga. Saya juga merasakan sendiri bau yang muncul dan banyaknya lalat. Tentu kami sebagai pengurus lingkungan juga merasa keberatan dengan kondisi ini,” katanya.
Menurutnya, laporan warga telah diteruskan kepada pihak Kelurahan Bagendung agar dapat segera difasilitasi penyelesaiannya.
“Kami berharap ada mediasi dengan pengelola kandang ayam sehingga persoalan ini bisa diselesaikan secara baik,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan aduan warga sudah diteruskan kepada bidang yang menangani penegakan aturan lingkungan.
“Siap… sudah diteruskan ke bidang penaatan,” katanya singkat.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar gangguan lalat dan bau tidak terus berlangsung serta lingkungan permukiman kembali sehat dan nyaman.









