PT PCM Raih Penghargaan Nasional, Akademisi: Harus Jadi Pemacu Tingkatkan Tata Kelola

CILEGON – PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih Transportasi Indonesia Award 2026 kategori BUMD dan BUMN dengan Peningkatan Pendapatan Tertinggi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Transportasi Indonesia Award 2026 yang digelar di Gedung Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (30/7/2026) malam.

Direktur Utama PT PCM, Muhammad Willy, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan.

“Alhamdulillah tentu kami senang. Berarti hasil kerja keras yang selama ini dilakukan ada hasilnya dan mendapat apresiasi,” ujarnya.

PilihanRedaksi

Menurut Willy, penghargaan tersebut diberikan setelah proses evaluasi terhadap sekitar 440 perusahaan dari berbagai sektor dengan sejumlah indikator penilaian, mulai dari pelayanan hingga kinerja perusahaan.

“Kurang lebih ada 440 perusahaan yang dievaluasi. Kategorinya juga banyak. Kami mendapat penghargaan untuk kategori BUMD dan BUMN dengan peningkatan pendapatan tertinggi,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan penghargaan bukan menjadi tujuan utama perusahaan. PT PCM, kata dia, akan terus menjaga performa agar tetap mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

“Kita harus memiliki performa yang excellent terus. Bukan tujuan mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana performa perusahaan harus tetap bagus,” tegasnya.

Sementara itu, Akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Syaeful Bahri, menilai penghargaan yang diterima PT PCM layak diapresiasi apabila didasarkan pada indikator kinerja yang terukur, seperti peningkatan pendapatan, perbaikan tata kelola, dan kontribusi terhadap daerah.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mampu berkembang secara sehat ketika dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja.

“Dalam perspektif kebijakan publik, capaian ini menunjukkan bahwa BUMD dapat tumbuh secara sehat ketika dikelola secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kinerja,” ujarnya.

Syaeful yang juga beberapa kali terlibat dalam Panitia Seleksi Direksi PT PCM mengatakan proses seleksi berbasis merit menjadi fondasi penting dalam melahirkan kepemimpinan perusahaan yang kompeten.

Namun, ia mengingatkan penghargaan tersebut tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan efisiensi, inovasi, transparansi, serta memperkuat kontribusi perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pelayanan kepada masyarakat.

“Penghargaan ini hendaknya tidak dimaknai sebagai titik akhir, melainkan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan efisiensi, inovasi, transparansi, serta memperkuat kontribusi PT PCM terhadap PAD dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan BUMD ke depan akan semakin kompleks sehingga konsistensi dalam menerapkan prinsip good corporate governance, profesionalisme direksi, serta pengawasan yang efektif menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.

“Konsistensi dalam menjaga tata kelola perusahaan yang baik, profesionalisme direksi, dan pengawasan yang efektif akan menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan,” pungkasnya.

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.