CILEGON – Semangat kemerdekaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Cilegon dengan aksi nyata membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
MD KAHMI Kota Cilegon menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga titik wilayah pegunungan, yakni Lingkungan Tembulun RT 01/RW 04, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, serta Lingkungan Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2.
Selain air bersih, Koordinator Presidium MD KAHMI Kota Cilegon, Masduki, turut menyerahkan bantuan uang tunai kepada sejumlah emak-emak dan warga penerima manfaat.
Masduki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian KAHMI terhadap masyarakat sekaligus implementasi semangat pengabdian yang diwariskan Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“KAHMI tetap hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan. Semangat kemerdekaan bukan hanya seremoni, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat kemerdekaan,” ujar Masduki.
Dalam dialog dengan warga Tembulun, Masduki mengungkapkan bahwa persoalan air bersih di kawasan pegunungan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan solusi, namun masih menghadapi kendala dalam menemukan titik sumber air.
Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar warga.
“Memang masalahnya titik-titik sumber air. Tapi sudah ada solusi dari pemerintah. Tadi Pak Sekda dan Pak Camat juga sudah bicara bahwa ada solusi yang akan segera dilakukan. Mudah-mudahan 2027 selesai,” kata Masduki.
Ia pun mendorong agar upaya mencari solusi tidak berhenti pada wacana. Masduki berharap pemerintah, DPRD, PDAM, serta berbagai elemen masyarakat dapat bersinergi mempercepat penyediaan air bersih untuk warga pegunungan.
“Bagaimana caranya supaya ada solusi. Kita, insyaallah, di DPRD maupun teman-teman organisasi berpikir bagaimana supaya cepat ada solusi. Salah satu solusi tercepat adalah kerja sama dan arahan kepada PDAM agar bisa mempercepat,” tegasnya.
Warga: Sehari Semalam Tidak Mandi
Kondisi kesulitan air bersih di kawasan tersebut tergambar dari pengakuan salah seorang warga. Dalam dialog bersama Masduki, warga mengaku terkadang harus menahan diri untuk tidak mandi karena keterbatasan air.
“Sehari semalam ora adus,” ujar seorang warga.
Masduki kemudian memastikan kondisi tersebut dan menanyakan harapan warga terhadap pemerintah.
Warga pun berharap persoalan air bersih segera mendapatkan solusi permanen.
“Harapane solusi, apa-apa banyu,” ungkap warga.
Masduki kemudian menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi pekerjaan bersama. Ia juga menyebut upaya pengeboran sebelumnya belum mendapatkan sumber air yang memadai karena terkendala kondisi batuan.
“Kalau dibor belum keluar, akhirnya harus mencari titik lain. Karena itu tadi saya mendorong PDAM, bagaimana kalau pipa PDAM ditarik sampai ke sini,” ujarnya.
Kelurahan Apresiasi Kepedulian KAHMI
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kelurahan Mekarsari, Sumardi, menyampaikan apresiasi atas bantuan air bersih yang diberikan MD KAHMI Kota Cilegon bersama Masduki dan jajaran.
Ia mengatakan, bantuan tersebut disalurkan masing-masing satu mobil tangki ke Tembulun, Gunung Batur 1 dan Gunung Batur 2.
“Terima kasih kepada Bapak Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Bapak Haji Masduki, beserta Kang Fahmi dan teman-teman yang hari ini telah mengirimkan bantuan air bersih ke Lingkungan Tembulun, RT 01/RW 04, satu mobil tangki,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini mengalami kekurangan air bersih.
“Harapan kami ada lagi donatur-donatur lain yang bisa mengirimkan bantuan ke lingkungan pegunungan. Mudah-mudahan para donatur diberikan kesehatan, keberkahan dan rezekinya ditambah,” katanya.
Masduki menegaskan, bantuan air bersih yang disalurkan KAHMI bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Menurutnya, persoalan utama tetap harus diselesaikan melalui penyediaan sumber air yang berkelanjutan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kata dia, harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar, termasuk memperoleh air bersih.
“Harapannya di momentum Kemerdekaan Indonesia ke-81 ini, semuanya bebas dari kekeringan. Jangan sampai warga Cilegon masih merasa belum merdeka karena kesulitan mendapatkan air,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut tawa warga, namun sekaligus menggambarkan persoalan yang masih mereka hadapi.
“Durung merdeka banyu, Pak,” celetuk seorang warga.
Masduki pun menjawab bahwa perjuangan untuk menghadirkan solusi air bersih harus terus didorong.
Bagi MD KAHMI Kota Cilegon, kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan. Kemerdekaan harus hadir dalam bentuk nyata, termasuk ketika masyarakat di kawasan pegunungan membutuhkan air untuk minum, memasak, mencuci hingga kebutuhan sehari-hari.









