Koordinator Lapangan Perhimpunan Masyarakat Maritim (PMM) Banten, Toton.
CILEGON – Perhimpunan Masyarakat Maritim (PMM) Banten bakal menggelar syukuran kemerdekaan sekaligus refleksi maritim di Kota Cilegon.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat maritim akan mendorong agar perkembangan industri dan aktivitas kemaritiman turut melibatkan serta memberikan manfaat bagi warga pesisir.
Kegiatan bertajuk “Syukuran Keselamatan dan Kemerdekaan Republik Indonesia serta Refleksi Maritim untuk Kesejahteraan Masyarakat Pesisir” itu dijadwalkan berlangsung Jumat (21/8) pukul 14.00 WIB hingga selesai.
Lokasi kegiatan berada di kawasan pesisir Kota Cilegon dan akan diikuti masyarakat pesisir, nelayan, pelaku usaha maritim, pekerja sektor kemaritiman, tokoh masyarakat, serta unsur terkait.
Koordinator Lapangan PMM Banten, Toton mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperingati kemerdekaan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat maritim mengenai kondisi kehidupan masyarakat pesisir di tengah perkembangan industri di Kota Cilegon.
“Perkembangan industri dan aktivitas kemaritiman harus berjalan secara harmonis, aman, berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir yang secara langsung hidup berdampingan dengan kawasan industri dan aktivitas laut,” kata Toton.
Menurutnya, Kota Cilegon merupakan salah satu kawasan industri dan maritim strategis di Banten.
Aktivitas pelabuhan, industri, logistik, perdagangan, transportasi laut dan berbagai kegiatan kemaritiman lainnya telah menjadi bagian penting dari perekonomian daerah.
Karena itu, PMM Banten menilai masyarakat pesisir perlu mendapatkan ruang yang lebih besar untuk terlibat dalam perkembangan kawasan industri dan kemaritiman.
Dalam kegiatan tersebut, PMM Banten bakal menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya terkait keselamatan dan keamanan aktivitas kemaritiman di wilayah perairan Kota Cilegon.
Mereka meminta seluruh aktivitas pelayaran, kepelabuhanan dan industri dapat berlangsung dengan mengutamakan keselamatan pekerja maupun masyarakat pesisir.
Selain keselamatan laut, PMM Banten juga mendorong terciptanya kemaritiman yang damai, tertib dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan laut serta keberlangsungan sumber daya pesisir.
Toton mengatakan, keberadaan industri dan aktivitas kemaritiman juga harus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal, baik melalui lapangan pekerjaan, kemitraan maupun pengembangan usaha.
“Kami ingin masyarakat pesisir tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan industri dan kemaritiman, tetapi ikut terlibat dan merasakan manfaat dari pembangunan tersebut,” ujarnya.
PMM Banten juga mendorong perusahaan dan pelaku usaha di sektor industri, pelabuhan, logistik dan kemaritiman untuk memperluas kemitraan dengan pengusaha lokal, koperasi, UMKM dan penyedia jasa di Kota Cilegon.
Pemberdayaan masyarakat juga dinilai penting melalui pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas usaha, pendidikan, kewirausahaan, bantuan sarana produktif dan program sosial yang berkelanjutan.
Tak hanya aspek ekonomi, PMM Banten turut menyoroti persoalan lingkungan. Mereka meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan upaya pencegahan pencemaran laut, pengelolaan limbah dan perlindungan ekosistem pesisir yang terdampak aktivitas industri.
Masyarakat pesisir juga diharapkan mendapat ruang partisipasi dalam setiap program pembangunan yang berdampak terhadap kehidupan mereka.
“Kemajuan maritim dan industri di Kota Cilegon harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Laut jangan hanya menjadi jalur perdagangan dan aktivitas industri, tetapi juga harus tetap menjadi ruang kehidupan dan sumber kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Toton.
Ia menegaskan, PMM Banten tidak menolak kemajuan industri. Namun, pembangunan di Kota Cilegon diharapkan tetap melibatkan masyarakat dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Kami tidak menolak kemajuan industri. Kami mendukung kemajuan industri yang memberikan manfaat. Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami mendukung pembangunan yang melibatkan masyarakat. Kami tidak menginginkan konflik, kami menginginkan dialog, kemitraan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.









