SERANG – Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Provinsi Banten menggelar diskusi kebangsaan untuk memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Kegiatan bertema “Mengawal Keberlanjutan Pembangunan Nasional: Kontribusi Mahasiswa Banten dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat dan Indonesia Emas 2045” tersebut berlangsung di 1994 Coffee, Kota Serang, Selasa (20/10).
Iqbal menjelaskan, diskusi tersebut menjadi ruang dialog bagi mahasiswa, akademisi, praktisi kebijakan, dan pemangku kepentingan untuk membahas capaian pemerintah pusat selama dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Ia menilai mahasiswa tidak hanya perlu menjalankan fungsi kritik terhadap pemerintah, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap capaian yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mari kita berdiskusi terkait capaian-capaian yang sudah diraih oleh pemerintah pusat dan kita harus memberikan apresiasi. Jangan sampai kita menjadi mahasiswa tetapi hanya mengkritisi pemerintahan tanpa memberikan apresiasi terhadap capaian yang sudah diraih,” ujar Iqbal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Selain membahas pembangunan nasional, diskusi tersebut turut menyoroti potensi ekonomi Provinsi Banten, khususnya pemanfaatan sumber daya alam dan wilayah pesisir.
Iqbal menilai, garis pantai Banten yang panjang menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui sektor kelautan dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Kita lihat juga Provinsi Banten ini adalah daerah yang sangat kaya, di mana kita memiliki garis pantai yang panjang, sehingga ekonomi di sekitar laut Banten harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya.
Ia berharap potensi tersebut dapat dikelola secara optimal agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi di wilayah pesisir.
Di sisi lain, AMAN Provinsi Banten menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai salah satu faktor pendukung pembangunan daerah.
Mahasiswa diharapkan turut menjaga persatuan dan toleransi, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh hoaks, provokasi, maupun informasi yang belum terverifikasi.
AMAN Provinsi Banten juga menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan Pemerintah Provinsi Banten. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui pemikiran kritis, dialog konstruktif, dan partisipasi mahasiswa dalam pembangunan daerah.
“Kami juga akan terus mendukung segala program yang sudah dikerjakan oleh Bapak Gubernur Banten, dan kami berharap Pak Gubernur terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat Banten,” kata Iqbal.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendorong kemajuan Provinsi Banten sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, serta Teguh Fahmi, selaku narasumber. Diskusi juga diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Serang dan Kota Cilegon.







