Mahasiswa Soroti Tenaga Kerja Lokal hingga Lingkungan, Wali Kota Cilegon Janji Tindaklanjuti Aspirasi

CILEGON, penahitam.id/ – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu Wilayah Cilegon melakukan audiensi dengan Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (17/6).

Pertemuan yang digelar secara terbuka dan dialogis ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat Kota Cilegon.

Dalam forum itu, BEM Banten Bersatu menyuarakan lima isu utama: penyerapan tenaga kerja lokal, pencemaran lingkungan, kualitas dan akses pendidikan, minimnya ruang terbuka hijau (RTH), serta infrastruktur kota yang belum optimal seperti halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, mengatakan audiensi ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap 100 hari kerja Wali Kota Cilegon. Menurutnya, meski ada langkah awal yang patut diapresiasi, masih banyak permasalahan struktural yang perlu pembenahan serius.

PilihanRedaksi

“Beberapa program awal menunjukkan niat baik. Tapi persoalan seperti penataan infrastruktur yang belum merata, pengelolaan sampah yang belum optimal, serta kurangnya ruang partisipasi publik masih jadi catatan penting. Kami harap Wali Kota bisa lebih terbuka dan transparan dalam menyerap aspirasi warga,” ujar Bagas.

Koordinator BEM Wilayah Cilegon, Eko Setiawan, secara khusus menyoroti minimnya peluang kerja bagi generasi muda Cilegon di tengah dominasi kawasan industri. Ia mendorong sistem rekrutmen di sektor industri dibuat lebih transparan dan berpihak pada putra daerah.

“Kami mendesak pemerintah agar benar-benar hadir dalam mengawal kebijakan ketenagakerjaan. Jangan sampai masyarakat lokal hanya jadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Eko.

Selain isu ketenagakerjaan, mahasiswa juga menyoroti masalah pencemaran udara dan limbah industri yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga. Mereka menuntut pengawasan ketat dan sanksi tegas terhadap pelaku industri yang melanggar aturan lingkungan.

“Pembangunan industri tidak boleh mengorbankan kesehatan masyarakat. Pemerintah harus berani tegas, bukan tunduk pada kepentingan modal,” kata salah satu perwakilan BEM.

Di sektor pendidikan, mahasiswa mendesak pemerataan fasilitas pendidikan serta perluasan akses beasiswa yang lebih adil dan transparan. Mereka mengkritisi masih adanya wilayah yang belum memiliki fasilitas belajar memadai dan kurangnya perhatian pada siswa dari keluarga pra-sejahtera.

“Jangan sampai masa depan anak-anak Cilegon terhambat karena akses pendidikan yang timpang,” ujarnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wali Kota Cilegon H. Robinsar menyambut positif semangat mahasiswa. Ia menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah.

“Kami terbuka terhadap kritik konstruktif. Mahasiswa bukan lawan, tapi mitra kami dalam membangun Cilegon yang lebih baik,” katanya. (*/Red)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.