22 Pelanggaran Terjaring di Simpang PCI dan Terminal Seruni, Tertib Lalu Lintas Masih Jadi PR

CILEGON, penahitam.id/ – Hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2025 kembali menunjukkan bahwa ketertiban lalu lintas di Kota Cilegon masih jauh dari ideal. Sedikitnya 22 pelanggaran tercatat dalam razia yang digelar di dua titik strategis: Simpang PCI dan Terminal Seruni, Sabtu (19/7).

Rinciannya, 10 pelanggar terekam kamera tilang elektronik (ETLE statis), 12 lainnya ditindak manual oleh petugas, sementara 15 pengendara diberi teguran lisan, dan 5 lainnya dikenai teguran tertulis.

Operasi yang dikomandoi langsung KBO Lantas IPTU Adi Jarir ini melibatkan seluruh struktur Satgas dari unsur preemtif, preventif, hingga penegakan hukum dan Banops. Namun, angka pelanggaran yang masih tinggi menjadi sinyal bahwa edukasi belum sepenuhnya efektif.

“Pelanggaran masih didominasi pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus, dan pengendara di bawah umur. Ini problem budaya berlalu lintas yang belum selesai,” ujar AKP Mulya Sugiharto, Kasat Lantas Polres Cilegon, saat dikonfirmasi.

PilihanRedaksi

Tak hanya soal penindakan, petugas juga menggelar pengaturan lalu lintas di 26 titik, penjagaan di 10 lokasi, serta melakukan 38 kali patroli di sejumlah ruas jalan. Sementara itu, edukasi dilakukan melalui pembagian leaflet, pemasangan spanduk, dan sosialisasi kepada komunitas logistik.

Namun pertanyaan krusialnya: sejauh mana efek jangka panjang dari operasi seperti ini? Apakah hanya sebatas rutinitas tahunan, atau benar-benar berdampak pada perubahan perilaku masyarakat?

Polres Cilegon mengklaim operasi ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam membangun budaya tertib lalu lintas demi mendukung visi Indonesia Emas 2045. Namun jika pelanggaran tetap tinggi dan kesadaran tetap rendah, maka pendekatannya perlu dikaji ulang.

“Budaya tertib tak cukup dengan tilang. Harus ada keseriusan lintas sektor, dari keluarga, sekolah, hingga regulasi lokal yang lebih progresif,” kata seorang pengamat transportasi yang enggan disebutkan namanya.

Operasi Patuh Maung 2025 dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juli, dengan titik pelaksanaan yang berpindah-pindah. Kepolisian mengimbau masyarakat agar membawa kelengkapan surat-surat, mematuhi rambu, dan mengutamakan keselamatan. (DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.