Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menghadiri Gala Dinner Fortune Southeast Asia 500 di Jakarta. Foto: Istimewa
CILEGON – Transformasi yang dijalankan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil.
Perusahaan baja milik negara tersebut berhasil masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026, sebuah pemeringkatan bergengsi yang menghimpun perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pencapaian tersebut menjadi indikator positif atas berbagai upaya perbaikan kinerja, penguatan tata kelola perusahaan, serta peningkatan efisiensi operasional yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan Fortune Southeast Asia 500, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menghadiri Gala Dinner Fortune Southeast Asia 500 yang berlangsung di The Langham, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kehadiran Krakatau Steel dalam forum tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan transformasi perusahaan dalam meningkatkan daya saing dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, mengatakan masuknya Krakatau Steel ke dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan pencapaian penting yang menunjukkan kontribusi perusahaan terhadap penguatan industri strategis nasional.
“Masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 merupakan tolak ukur prestisius yang menunjukkan kontribusi Krakatau Steel dalam memperkuat industri strategis nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan tertulis Senin (22/6/2026).
Menurut Akbar, pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah mengingat ketatnya persaingan perusahaan-perusahaan besar di kawasan Asia Tenggara.
Ia menjelaskan, pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 disusun berdasarkan pendapatan operasional perusahaan sehingga mencerminkan aktivitas bisnis dan kontribusi ekonomi yang nyata.
Meski demikian, Akbar menegaskan bahwa fokus utama Krakatau Steel bukan sekadar mengejar posisi dalam berbagai pemeringkatan internasional, melainkan memastikan transformasi perusahaan berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Yang lebih penting adalah terus memperkuat aspek-aspek fundamental perusahaan, mulai dari tata kelola, inovasi, efisiensi operasional, hingga kemampuan menciptakan nilai jangka panjang,” katanya.
Masuknya Krakatau Steel dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 juga dinilai menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang dijalankan perusahaan berada pada jalur yang tepat.
Berbagai langkah perbaikan yang dilakukan, mulai dari restrukturisasi bisnis, peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola, hingga optimalisasi operasional, dinilai berhasil meningkatkan kinerja perusahaan.
Ke depan, Krakatau Steel berharap eksposur global melalui Fortune Southeast Asia 500 dapat semakin memperkuat posisi industri baja nasional di tingkat regional maupun internasional.
Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan produk baja berkualitas, penguatan rantai pasok industri dalam negeri, serta penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.









