CILEGON – Sebanyak 300 atlet paralimpik pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten ambil bagian dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) IX Provinsi Banten Tahun 2026 yang digelar di Kota Cilegon.
Ajang olahraga pelajar disabilitas tersebut menjadi wadah pembinaan sekaligus arena kompetisi bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat provinsi.
Peparpeda IX Banten 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni di Kota Cilegon, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa penyelenggaraan Peparpeda merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Semoga pelaksanaannya berjalan dengan baik karena ini adalah bentuk inklusivitas Provinsi Banten terhadap seluruh masyarakatnya,” katanya.
Menurut Andra, pelaksanaan Peparpeda juga menjadi sarana untuk melihat hasil pembinaan atlet paralimpik yang selama ini dilakukan pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota.
“Berharap hasil pembinaan selama ini bisa diwujudkan dalam pertandingan-pertandingan yang dipertandingkan pada hari ini. Dan insyaallah hasil dari tahun ini akan kita evaluasi untuk meningkatkan lagi pelaksanaan dua tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia menyebut para atlet yang mengikuti Peparpeda merupakan generasi yang memiliki semangat juang tinggi dan layak menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
“Kalian semua adalah generasi hebat dan berani, serta menjadi inspirasi bagi kita semua warga Banten,” tuturnya.
Andra menjelaskan, prestasi olahraga tidak diraih secara instan. Dibutuhkan kerja keras, disiplin, konsistensi, dan mental yang kuat untuk mencapai hasil terbaik.
“Dibutuhkan kerja keras, disiplin, ketahanan mental, dan kemauan untuk terus bangkit setiap kali menghadapi tantangan,” katanya.
Pada Peparpeda IX Banten 2026, terdapat empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni atletik, renang, bulu tangkis, dan tenis meja.
Seluruh pertandingan diikuti sekitar 300 atlet paralimpik pelajar yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Menurut Andra, pelaksanaan Peparpeda juga menjadi alat ukur keberhasilan program pembinaan atlet disabilitas yang dijalankan masing-masing pemerintah daerah.
“Pelaksanaan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah tahun 2026 ini juga bisa menjadi alat ukur kita, apakah kita telah mengurus dengan baik para atlet-atlet istimewa yang kita miliki di Banten ini,” ujarnya.
Selain mengejar prestasi, para peserta juga diharapkan dapat menjalin persahabatan dan memperkuat hubungan antardaerah selama mengikuti ajang tersebut.
Hasil Peparpeda tahun ini juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan atlet yang akan mewakili Provinsi Banten pada ajang nasional tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Menurutnya, para atlet yang bertanding tidak hanya menunjukkan kemampuan olahraga, tetapi juga semangat perjuangan yang patut menjadi teladan.
“Adik-adik ini kan spesial. Jadi bukan hanya soal prestasi, tetapi ada nilai-nilai kehidupan dan perjuangan yang bisa diimplementasikan ke depan dalam kehidupan,” katanya.
Terkait target kontingen Kota Cilegon, Robinsar berharap para atlet mampu memberikan hasil maksimal dan membawa daerahnya masuk jajaran tiga besar.
“Targetnya, harapannya dimaksimalkan semuanya. Tiga besarlah harapannya,” ujarnya.









