Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Rumbang Sirojudin, menyampaikan materi pada Kajian Pengetahuan Dosen Fakultas Tarbiyah INSTAL di Meeting Room II Institut Agama Islam Al-Khairiyah, Kota Cilegon, Rabu (8/7/2026).
CILEGON – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al-Khairiyah (INSTAL) terus mendorong penguatan kapasitas akademik dosen melalui kajian keilmuan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kajian Pengetahuan Dosen yang digelar di Meeting Room II INSTAL, Kota Cilegon, Rabu (8/7/2026).
Guru Besar Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Profesor Rumbang Sirojudin, yang hadir sebagai narasumber menilai pemisahan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kemunduran peradaban Islam.
Menurutnya, ilmu agama dan sains sejatinya tidak dapat dipisahkan karena keduanya sama-sama bersumber dari Allah SWT dan saling melengkapi dalam membangun peradaban.
“Di era modern ini, dosen dan civitas akademika diharapkan mampu menjadi motor penggerak integrasi keilmuan untuk melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara spiritual,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor INSTAL, Ahmad Munji, mengatakan kajian rutin tersebut menjadi bagian dari upaya kampus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan wawasan akademik bagi para dosen.
“Kami berharap kajian ini dapat memperluas cakrawala berpikir para dosen dalam mengonstruksi kurikulum dan metode pembelajaran yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Kajian yang dimulai pukul 13.00 WIB itu diikuti pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Tarbiyah INSTAL.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pandangan mengenai tantangan pendidikan tinggi Islam di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, INSTAL berharap budaya akademik berbasis kajian ilmiah dapat terus berkembang sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan karakter keislaman yang kuat.









