CILEGON – Minimnya penerangan di sejumlah akses jalan menuju Kelurahan Grogol, Kota Cilegon, kembali menjadi sorotan warga.
Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai dapat meningkatkan risiko keselamatan masyarakat yang melintas.
Sejumlah titik yang dikeluhkan berada di Kampung Ciora Wetan, Cikebel Bawah, Cikebel Atas, hingga akses menuju Kantor Kelurahan Grogol.
Jalan tersebut menjadi jalur yang cukup penting bagi aktivitas warga, terutama pada malam hari. Namun, keberadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik dinilai belum memadai.
Perwakilan masyarakat, Ustaz Ikmal Maulana, meminta pemerintah tidak menunggu sampai terjadi insiden yang lebih serius untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melihat persoalan ini. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi korban yang lebih serius,” ujar Ikmal.
Menurutnya, kondisi semakin mengkhawatirkan karena sejumlah ruas jalan juga kerap dilalui hewan liar, termasuk ular.
Bahkan, kata dia, pernah terdapat anak-anak yang menjadi korban gigitan ular tanah di kawasan tersebut.
“Sudah ada kejadian anak-anak menjadi korban gigitan ular. Apakah harus menunggu ada korban berikutnya baru PJU dianggap penting?” tegasnya.
Ikmal mengatakan, penerangan jalan bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi berkaitan langsung dengan keamanan dan keselamatan warga.
Ia berharap pemerintah hadir hingga ke lingkungan masyarakat dan tidak hanya fokus pada pembangunan di kawasan tertentu.
“Masyarakat tidak membutuhkan sekadar janji dan wacana, tetapi tindakan nyata. Pelayanan publik harus benar-benar hadir sampai ke lingkungan masyarakat,” katanya.
Selain akses permukiman, warga juga meminta perhatian terhadap jalan menuju Kantor Kelurahan Grogol.
Akses tersebut dinilai penting karena menjadi jalur masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pemerintahan.
Warga meminta Pemkot Cilegon bersama Kecamatan Grogol, Kelurahan Grogol, dan instansi terkait melakukan survei langsung terhadap titik-titik yang minim penerangan.
Mereka juga berharap pemasangan PJU dapat segera direalisasikan berdasarkan tingkat kebutuhan dan risiko keselamatan di masing-masing ruas jalan.
Bagi warga, persoalan penerangan tidak cukup berhenti pada pendataan. Mereka meminta adanya kepastian tindak lanjut, mulai dari survei, perencanaan, penganggaran hingga pemasangan PJU.







