Program Salira Dipertanyakan, Ketua RT Merasa Tidak Pernah Dilibatkan

CILEGON, penahitam.id/ – Kunjungan kerja Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo ke Kelurahan Suralaya, Selasa (22/4), tak hanya dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga untuk mengevaluasi langsung efektivitas program pembangunan yang selama ini berjalan, termasuk program Salira.

Kritik terhadap program Salira datang dari salah seorang warga yang mengaku pernah mengajukan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) sepanjang 100 meter, namun hanya 60 meter yang disetujui tanpa penjelasan yang jelas.

Selain itu, Sukandi, seorang Ketua RT di Suralaya, mengungkapkan adanya masalah komunikasi dan koordinasi antara pelaksana program dan para Ketua RT.

Ia menyebutkan bahwa beberapa RT tidak tahu-menahu terkait pelaksanaan program Salira karena minimnya koordinasi dari pihak RW.

PilihanRedaksi

“Harapannya ke depan kami para RT bisa dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan, karena kami yang tahu langsung kondisi lingkungan,” ujar Sukandi.

Dalam forum dialog bersama warga, Robinsar menyoroti pelaksanaan program Salira yang dinilai belum menyentuh kebutuhan utama di beberapa wilayah.

“Kita akan fokus mengevaluasi kembali skema dan konsepnya seperti apa. Jangan sampai anggaran Salira Rp100 juta digunakan untuk posyandu, pos ronda, atau jalan yang sebenarnya sudah bagus, tapi tetap dapat anggaran,” tegas Robinsar.

Ia mencontohkan kondisi di beberapa lokasi, di mana infrastruktur seperti paving block yang masih layak justru dibongkar dan diperbaiki kembali hanya untuk menyerap anggaran.

Robinsar berharap ke depan, ada skala prioritas yang jelas agar program Salira benar-benar menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

“Jangan sampai akhirnya paving dijebol hanya karena harus menghabiskan anggaran. Ini yang akan kami benahi, agar setiap program yang turun itu sesuai kebutuhan dan mendesak,” katanya.

Robinsar menyambut masukan tersebut dan memastikan bahwa ke depan Pemkot Cilegon akan mendorong pelibatan lebih aktif dari struktur pemerintahan di tingkat terbawah, agar program pembangunan benar-benar partisipatif dan terarah. (DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.