Cilegon Jajaki Investasi dari Cina, Siapkan Lahan Industri ke Pengusaha Guangdong

CILEGON, penahitam.id/ – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Satuan Tugas Pendapatan Asli Daerah (Satgas PAD) terus membuka peluang untuk menjaring investasi asing. Kali ini, potensi kerja sama digagas dengan investor asal Guangdong, China.

Keseriusan menjajaki peluang tersebut dibahas dalam rapat dengar pendapat antara Satgas PAD dengan Komisi I DPRD Kota Cilegon di ruang komisi, Senin 16 Juni 2025.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, menyebutkan bahwa ketertarikan pengusaha dari Guangdong adalah peluang besar yang perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Mereka datang membawa sejumlah pengusaha di bawah asosiasi semacam kamar dagang. Jenis usaha mereka menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Ini momentum penting yang harus disambut dengan kesiapan,” kata Aziz.

PilihanRedaksi

Namun, Aziz juga mengungkapkan kendala yang dihadapi Pemkot dalam menyiapkan lokasi. Salah satu lahan potensial justru berada di luar wilayah administrasi Cilegon, tepatnya di Desa Pamengkang, Kecamatan Keramatwatu, Kabupaten Serang.

“Tanah itu memang milik Pemkot Cilegon, luasnya sekitar 19 hektare. Masuk kawasan industri sesuai RTRW Kabupaten Serang. Kalau ingin dimanfaatkan, opsinya bisa tukar guling atau kerja sama dengan badan usaha industri seperti PT PCM,” jelasnya.

Selain itu, ada opsi lain berupa pembelian lahan milik warga seluas 80 hektare di Kecamatan Ciwandan yang dinilai strategis untuk kawasan pergudangan dan industri baru.

“Jika investor tidak berminat di Pamengkang, kita siapkan opsi di Ciwandan. Ada tanah warga yang sudah masuk kawasan industri, dan kita bisa fasilitasi kerjasama,” tambahnya.

Sementara itu Komisi I DPRD Cilegon terus mendorong pemerintah Kota Cilegon agar berfikir kreatif untuk meningkatkan pendapatan daerah ditengah defisit dan efisiensi keuangan daerah.

Ketua Komisi I DPRD Cilegon, Ahmad Hafid juga menyatakan pihaknya mendukung penuh proses ini. Ia menegaskan, ketertarikan pihak Guangdong bukan sekadar wacana dan perlu ditindaklanjuti secara serius.

“Kami akan terus kawal proses ini. Selain lahan di luar kota, kita juga siapkan alternatif di kawasan industri BCM dan pengembangan pelabuhan. Kita ingin mereka betul-betul tertarik dan menanamkan modal di Cilegon,” tegas Hafid. (DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.