TANGERANG, penahitam.id/ – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu sukses menyelenggarakan DIKLATPIMNAS (Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional) dengan mengusung tema besar “Dari Tanah Jawara Untuk Indonesia: Merawat Nalar Kritis dan Membangun Karakter Kepemimpinan Inklusif dan Progresif dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh Indonesia dan menghadirkan tokoh-tokoh nasional sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kebijakan.
Bagas Yulianto selaku Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan situasi kebangsaan hari ini.
“Dari Tanah Jawara untuk Indonesia: Merawat Nalar Kritis dan Membangun Karakter Kepemimpinan Progresif dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045. Tema ini bukan sekadar slogan, tapi merupakan panggilan sejarah bahwa dari Banten, Tanah Jawara yang penuh semangat perjuangan dan keteguhan nilai- nilai, harus lahir kembali generasi mahasiswa yang kritis, berani, dan berpihak pada kebenaran serta keadilan. Ujar Bagas Yulianto.
“DIKLATPIMNAS ini adalah kawah candradimuka. Di sinilah kita menyusun kesadaran bersama, merumuskan strategi gerakan, dan membentuk character building kader-kader BEM yang tidak hanya siap memimpin organisasi, tapi juga menjadi motor perubahan sosial di masyarakat. Mari kita jadikan Tanah Jawara ini bukan hanya tempat lahirnya sejarah perlawanan masa lalu, tetapi juga lahan subur tumbuhnya pemimpin masa depan. Pemimpin yang bukan pencitraan, bukan tunduk pada kekuasaan, tapi yang berani berdiri tegak atas nama rakyat dan nilai-nilai keadilan.” Imbuhnya.
Ditempat yang sama ketua pelaksana kegiatan, Harun menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada ditangan generasi bangsa.
“Dari Tanah Jawara, kami mengirimkan pesan kepada seluruh anak bangsa: bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang berpikir kritis, bersikap inklusif, dan bergerak progresif. Melalui DIKLATPIMNAS ini, kami tidak hanya menggelar pelatihan, tapi sedang membangun fondasi kepemimpinan masa depan yang berakar pada nilai-nilai perjuangan, kolaborasi, dan keberanian moral” Ungkap Harun
“Kami percaya, menyongsong Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi politik ia adalah proyek peradaban yang harus ditopang oleh anak muda dengan karakter kuat, jiwa merdeka, dan semangat pengabdian. Kegiatan ini adalah wujud nyata bahwa mahasiswa bukan hanya pengamat keadaan, tapi penentu arah dan penjaga nurani bangsa. Tanbah Harun
Kegiatan yang berlangsung di Balai Diklat Khitri Kabupaten Tangerang ini secara resmi dibuka oleh Sarifah Ainun Jariyah selaku Anggota DPR RI Komisi I, Moch. Bahri, Anggota DPRD Provinsi Banten, Moch Maesyal Rasyid selaku Bupati Tangerang Serta Koordinator Pusat Bem Banten Bersatu.
Dalam sambutannya Moch Maesyal Rasyid menekankan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dan pengawal arah pembangunan bangsa.
“Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika generasi mudanya berpikir kritis, progresif, dan mampu bersinergi lintas sektor. Inisiatif seperti DIKLATPIMNAS ini harus terus diperkuat,” ungkap Moch Maesyal Rasyid.
Kegiatan tersebut berlangsung 25-27/07/2025, dengan harapan para peserta mampu memberikan kontribusinya ketika kembali ke kampus masing-masing. (*/Red)









