Kerugian KRAS Bisa Bebani Negara, Akademisi: Harus Ada Langkah Nyata

CILEGON | PENAHITAM.DI – Kerugian besar yang dialami PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) pada semester I 2025 dinilai bukan sekadar persoalan keuangan korporasi, melainkan dapat menjadi beban serius bagi negara jika tidak segera ditangani.

Pandangan tersebut disampaikan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al-Khairiyah, Rizmi Samsul Rizal.

Dalam laporan keuangan yang dirilis, Krakatau Steel mencatat rugi bersih sebesar USD105 juta atau setara Rp1,7 triliun, meski pendapatan tercatat meningkat 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Laporan keuangan Krakatau Steel yang mencatat kerugian hingga Rp1,7 triliun di tengah tren peningkatan pendapatan adalah ironi yang menyedihkan bagi BUMN strategis di sektor industri baja nasional,” ujar Rizmi saat diwawancarai, Selasa (29/7).

PilihanRedaksi

Menurut Rizmi, angka tersebut bukan sekadar statistik biasa, melainkan cerminan persoalan mendalam seperti inefisiensi struktural dan beban utang yang masih membelit perseroan.

Ia menilai bahwa tanpa langkah konkret dan menyeluruh, Krakatau Steel justru berpotensi menjadi beban bagi keuangan negara.

“Kenaikan pendapatan memang patut diapresiasi, tetapi tidak cukup untuk menutupi borosnya biaya operasional, tingginya beban bunga dan lemahnya strategi bisnis jangka panjang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Krakatau Steel, sebagai BUMN strategis, seharusnya menjadi lokomotif industrialisasi nasional, bukan simbol kegagalan manajemen.

Rizmi juga menyinggung bahwa kerugian berkelanjutan tidak hanya berdampak pada neraca perusahaan, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan BUMN secara keseluruhan.

“Kalau dibiarkan, kerugian ini bukan hanya menggerus aset perusahaan, tapi juga jadi beban fiskal negara. Harus ada langkah nyata, bukan sekadar wacana,” tutup Rizmi. (DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.