CILEGON – Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam di sejumlah titik Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menuai sorotan.
Jalan yang gelap pada malam hari dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di jalur yang setiap harinya dilintasi kendaraan berat.
Sorotan tersebut menguat setelah kecelakaan lalu lintas yang diduga merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di kawasan Temiang, Kecamatan Citangkil, pada Sabtu (4/7/2026) malam.
Warga menyebut lokasi kejadian memang minim penerangan karena sejumlah lampu jalan tidak berfungsi.
Ketua Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (Inspira) Kota Cilegon, Rahmat Hidayatullah, meminta Pemerintah Kota Cilegon segera memperbaiki PJU yang padam agar tidak kembali memakan korban.
Menurutnya, keberadaan lampu jalan bukan hanya pelengkap infrastruktur, tetapi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya di ruas JLS yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.
“Jangan dibiarkan terlalu lama. PJU yang mati harus segera diperbaiki karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Ketika jalan gelap, potensi kecelakaan tentu semakin besar,” ujarnya.
Rahmat juga mendorong pemerintah melakukan pemeriksaan rutin terhadap jaringan PJU, termasuk mengantisipasi pencurian kabel maupun komponen lampu yang kerap menjadi penyebab padamnya penerangan jalan.
Menurutnya, pengawasan perlu diperkuat agar fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.
Ia berharap seluruh titik PJU di sepanjang JLS segera dicek dan difungsikan kembali sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman, terutama pada malam hingga dini hari.









