Aziz Setia Ade Putra Dinilai Punya Modal Pengalaman untuk Duduki Kursi Sekda Cilegon

Pj Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra saat menjalankan tugas dalam lingkungan Pemerintah Kota Cilegon.

CILEGON – Rekam jejak birokrasi dan kinerja Pelaksana Jabatan (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mendapat penilaian positif dari Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cilegon.

Ahmad Aziz menjadi salah satu dari lima kandidat yang mengikuti seleksi terbuka calon Sekda definitif Kota Cilegon.

Pengalaman panjangnya di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon dinilai menjadi salah satu modal dalam memperebutkan jabatan strategis tersebut.

Sekretaris PDM Kota Cilegon, Muhammad Tahyar, mengatakan selama menjalankan tugas sebagai Plt Sekda, Ahmad Aziz dinilai mampu menjaga kondisi birokrasi tetap kondusif.

PilihanRedaksi

“Saya kira selama kepemimpinan Plt, Pak Aziz sebagai Sekda itu cukup bagus. Relatif birokrasi Cilegon mengalami ketenangan, tidak ada turbulensi, fluktuasi yang cukup signifikan atau tidak terlalu banyak masalah,” ujar Tahyar saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Tahyar, Ahmad Aziz juga memiliki gaya kepemimpinan yang cenderung low profile. Ia mengaku telah mengenal Ahmad Aziz sejak lama, termasuk ketika keduanya pernah berada dalam lingkungan kerja yang sama.

“Model kepemimpinan Pak Aziz memang sangat low profile. Saya bersama Pak Aziz pernah bersama-sama waktu di Komisi 1 dan Komisi 2 dulu, saat beliau masih di jajaran setingkat kasubag. Pengalaman beliau memang cukup banyak berada di birokrasi di berbagai tempat,” katanya.

Meski memberikan penilaian positif, Tahyar mengingatkan bahwa posisi Plt memiliki keterbatasan kewenangan. Karena itu, menurutnya, Sekda definitif nantinya harus memiliki kapasitas, integritas, sekaligus keberanian dalam melakukan pembenahan birokrasi.

“Keterbatasan daripada Plt tersebut menyebabkan kewenangan juga sangat terbatas. Ke depan memang harus ada pejabat Sekda yang mumpuni, punya integritas yang cukup baik, serta keberanian untuk bisa mendisiplinkan ASN-ASN yang selama ini ada di Kota Cilegon,” tegasnya.

Tahyar berharap Sekda definitif mampu memastikan birokrasi tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.

Ia mendorong kebijakan anggaran daerah lebih diarahkan pada kebutuhan masyarakat, seperti penanganan pengangguran, peningkatan honor RT/RW, insentif kader Posyandu, hingga perhatian terhadap guru honorer.

“Ke depan anggaran-anggaran, siapa pun yang memimpin menjadi Sekda, APBD harus banyak difokuskan pada belanja langsung untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Sekda juga memiliki posisi penting dalam menerjemahkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon ke dalam kebijakan serta program pembangunan.

“Keberpihakan Sekda ini menjadi sangat penting untuk mendukung program kerja visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar Cilegon lebih akseleratif pembangunannya, lebih cepat,” katanya.

Tak hanya memahami birokrasi, Tahyar menilai Sekda mendatang perlu memahami karakter Cilegon secara menyeluruh. Mulai dari persoalan masyarakat di tingkat RT/RW hingga potensi industri dan pelabuhan yang menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Kita mendambakan Cilegon yang kecil, yang relatif penduduknya cuma 500 ribuan ini, tumbuh seperti Singapura. Kenapa? Karena kita punya pelabuhan. Ini harus dilihat sebagai informasi dan potensi yang utuh oleh Sekda untuk disampaikan dan didiskusikan dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” tuturnya.

Dalam konteks tersebut, Tahyar menilai Ahmad Aziz memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal untuk kembali berkontribusi dalam pemerintahan daerah.

“Dalam perspektif ini Pak Aziz saya kira sudah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Kalaupun Pak Aziz berada pada wilayah birokrasi kembali, saya kira mungkin pengalamannya ini bisa menjadi sebuah pengalaman yang harus dikontribusikan,” katanya.

Namun, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Sekda definitif, PDM Cilegon berharap sosok tersebut mampu menjadi penghubung antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri.

“Sinergis antara pemerintah daerah dengan pelaku industri itu menjadi sangat penting, karena Cilegon belum sepenuhnya menjadi daerah industri yang kebermanfaatannya kepada masyarakat,” pungkas Tahyar.

Ahmad Aziz sendiri memiliki pengalaman di sejumlah posisi birokrasi, mulai dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asisten Daerah II, staf ahli hingga kini menjalankan tugas sebagai Plt Sekda Kota Cilegon.

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.