CILEGON, penahitam.id/ – Tak banyak politisi yang ditempa dari lorong-lorong perjuangan mahasiswa. Ari Muhamad Nurhayat adalah salah satunya. Dari aktivis kampus hingga dipercaya duduk sebagai anggota DPRD Kota Cilegon periode 2024-2029, perjalanan Ari adalah cerminan bahwa politik bisa tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan.
Lahir di Cilegon, 12 November 1980, Ari tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan semangat pengabdian. Saat kuliah di Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), ia aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat Ketua BEM Untirta, menjadi kader HMI, serta aktif di Karang Taruna, KNPI dan KAHMI.
“Organisasi mengajarkan kepedulian. Politik adalah ruang pengabdian yang lebih luas,” kata Ari saat dihubungi Penahitam, Senin (21/7).
Kini, sebagai satu-satunya wakil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD Cilegon, Ari membawa semangat tersebut ke meja parlemen. Ia menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Cilegon dan dikenal sebagai kader yang konsisten turun ke akar persoalan masyarakat.
Isu utama yang jadi perhatiannya adalah pengangguran. Di kota industri seperti Cilegon, seharusnya tenaga kerja lokal bisa terserap secara maksimal. Tapi faktanya, masih banyak anak muda Cilegon yang kesulitan mendapat pekerjaan.
“Salah satu upaya kita adalah mendorong pemkot agar memperkuat lembaga pelatihan kerja,” jelasnya.
Ari bahkan mendorong agar setiap kecamatan memiliki pusat pelatihan keterampilan. Ia menilai, lapangan kerja bukan hanya soal tersedia atau tidak, tetapi soal kesiapan SDM dalam bersaing.
“Kita butuh kebijakan yang menyentuh langsung. Jangan cuma buka lowongan, tapi siapkan juga masyarakatnya,” tegasnya.
Meski PKB hanya mendapatkan satu kursi, Ari tak merasa terbebani. Baginya, kekuatan bukan di jumlah, tapi di kepekaan terhadap kebutuhan rakyat.
“Alhamdulillah, ini amanah besar. Saya ingin kursi ini menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” katanya.
Ari Muhamad Nurhayat kini terus menyuarakan agar Pemkot dan stakeholder industri di Cilegon lebih proaktif menyerap tenaga kerja lokal. Ia percaya, jika SDM disiapkan dengan serius, maka pengangguran bisa ditekan, dan masa depan anak-anak Cilegon akan lebih baik. (DN)









