CILEGON | penahitam.id/ – Produk fesyen asal Kota Cilegon kembali unjuk gigi di ajang nasional.
Nikhol Galery, butik yang dikenal dengan desain elegan berbasis budaya lokal, tampil di pameran Inabuyer 2025 yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI, 23-25 Juli 2025 di Gedung Smesco, Jakarta.
Event tahunan tersebut menjadi sarana pertemuan antara pelaku usaha dengan pembeli potensial dari berbagai sektor, seperti ritel, BUMN, hingga kementerian.
Di antara ratusan peserta dari berbagai daerah, Nikhol Galery hadir membawakan koleksi khas bernuansa Wastra Nusantara, berupa fashion ready to wear, seragam korporat, serta produk kriya batik dan tenun.
Pemilik Nikhol Galery, Nike Akhsaniyati Kholisoh, menjelaskan bahwa keikutsertaannya di Inabuyer adalah bentuk upaya memperkenalkan warisan budaya lokal ke kancah nasional.
“Kami dari Nikhol untuk fashion ready to wear menampilkan wastra batik dan tenun. Untuk corporate uniform, kami ingin mengajak perusahaan agar dalam berbagai event mengenakan pakaian wajib bernuansa wastra,” kata Nike kepada Penahitam, Minggu 27 Juli 2025.
Nike mengungkapkan, wastra atau Warisan Sastra Nusantara bukan sekadar bahan pakaian, tapi juga representasi kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.
Ia berharap, pelestarian budaya ini bisa berdampak langsung terhadap kesejahteraan para pengrajin lokal.
“Dengan pakaian bernuansa wastra, kita mendukung budaya kreatif pengrajin yang mengolah benang menjadi karya yang indah. Mereka bermodal ide, tangan, dan ketekunan luar biasa,” ujarnya.
Perempuan yang juga merupakan Ketua Gekrafs Cilegon ini berharap produk lokal Indonesia mampu bersaing dengan brand luar negeri. Ia mendorong lahirnya kemitraan antara pelaku UMKM dengan berbagai sektor, termasuk perusahaan ritel, BUMN, hingga instansi pemerintah.
“Mimpi kami, wastra tidak hanya jadi tren, tapi menjadi budaya dalam berbagai kegiatan formal di tingkat nasional,” tutupnya. (*/Red)









