CILEGON | penahitam.id/ – Agenda internasional bertajuk Budaya Cilegon Fest dan International Folk Arts (BC-FIFA) 2025 akan segera digelar.
Menyambut momen langka ini, Polres Cilegon tak main-main. Rabu (6/8), institusi penjaga keamanan tersebut menggelar apel siaga pengamanan besar-besaran di halaman Satya Haprabu, markas utama mereka.
Apel ini bukan sekadar formalitas. Sebanyak 1.180 personel gabungan dari Polri, Brimob, Satpol PP, Dishub, Damkar, dan berbagai instansi pendukung lainnya dikerahkan.
Sebuah kekuatan yang mencerminkan skala perhelatan bukan hanya sebagai panggung budaya, tapi juga pertaruhan citra kota industri di hadapan dunia.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Cilegon, AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, apel ini dihadiri oleh Sekda Kota Cilegon H. Maman Mauludin, kepala dinas terkait, serta unsur pengamanan lintas sektor.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya kesiapan penuh seluruh personel menghadapi event yang mempertemukan lima negara: Rusia, Bulgaria, Korea Selatan, India, dan Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar hajatan budaya. Ini tentang memperlihatkan wajah kita ke dunia. Jangan ada yang lalai, jangan ada celah,” tegas Kapolres.
Ia juga menyinggung pengalamannya saat bertugas di Polda Metro Jaya, bagaimana sebuah kesalahan kecil dalam kegiatan internasional bisa membawa dampak yang besar.
Oleh karena itu, pengamanan dilakukan menyeluruh, dari deteksi dini, patroli tertutup dan terbuka, hingga penjagaan khusus di rumah dinas Walikota, Alun-alun Cilegon, SMPN 2, jalur parade, titik parkir, dan kawasan rawan lainnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Tactical Wall Game (TWG) di Aula Leghawa Wicaksana. Di sini skenario-skenario potensi gangguan dibedah, dari teknis pengamanan, hingga alur evakuasi darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Tak hanya Polres. Satpol PP Kota Cilegon pun menyatakan kesiapan penuh. Dalam forum yang sama, Plt Kasat Pol PP menegaskan bahwa penempatan personelnya akan disesuaikan dengan strategi terpadu yang telah disiapkan Polres.
BC-FIFA 2025 akan digelar selama enam hari: 6–11 Agustus. Dari opening ceremony, parade budaya Nusantara, pertunjukan seni antarnegara, workshop tari tradisional, hingga closing yang diharapkan menjadi momentum diplomasi budaya. Namun satu hal yang tak bisa ditawar: keamanan harus mutlak. (DN)









