CILEGON | penahitam.id/ — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) bertajuk “Cek Suara: Setelah Pesta, Apa Kabar Demokrasi?” dengan tema “Menilai Kualitas Pemilihan: Partisipasi, Transparansi, dan Akuntabilitas”, pada Selasa (12/8). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 yang telah usai.
FGD yang berlangsung di kantor Bawaslu Kota Cilegon ini dihadiri oleh alumni Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Cilegon serta mahasiswa dari berbagai kampus. Diskusi membedah sejumlah isu krusial seputar demokrasi, mulai dari dinamika pengawasan pemilu, maraknya politik transaksional, hingga pentingnya peran partisipatif masyarakat dalam menjaga integritas pemilu.
Anggota Bawaslu Kota Cilegon Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Eneng Nurbaeti, dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menang dalam pemilu, melainkan oleh bagaimana proses tersebut berlangsung.
“Kita ingin tahu, setelah euforia pesta demokrasi usai, apa kabar demokrasi kita? Apakah masyarakat puas? Apakah partisipasi benar-benar bermakna? Ini yang kita kaji dalam forum ini,” ujar Eneng Nurbaeti.
Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini adalah partisipasi pemilih yang menjadi indikator penting kesadaran politik masyarakat. Selain itu, dibahas pula isu transparansi dalam setiap tahapan Pilkada dari kampanye hingga penghitungan suara dan akuntabilitas para penyelenggara maupun peserta pemilu, termasuk partai politik dan calon legislatif.
FGD ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kota Cilegon dalam mendorong pengawasan pemilu yang partisipatif, demokrasi yang sehat, dan pelibatan masyarakat secara aktif dalam setiap proses politik. (AA)









