CILEGON, penahitam.id/ – Pemerintah Kota Cilegon harus mewaspadai potensi lonjakan jumlah pencari kerja (pencaker) di tengah masih terbatasnya daya serap tenaga kerja oleh industri lokal.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, hingga awal 2024, terdapat 6.340 pencaker yang terdaftar. Sebagian besar di antaranya adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang berpotensi terus bertambah seiring dengan momentum kelulusan sekolah dan masuknya proyek-proyek investasi baru.
Kabid Penempatan Tenaga Kerja (Kabid Penta) Disnaker Cilegon, Hidayatullah, mengungkapkan bahwa mayoritas pencaker berasal dari lulusan SMK, dengan 2.810 orang, dan lulusan SMA sebanyak 1.697 orang. Selain itu, ada 663 lulusan D1/D3, 1.134 lulusan D4/S1, 96 lulusan SMP, dan 9 lulusan S2.
“Dari Januari hingga Maret 2024, baru 613 tenaga kerja yang berhasil ditempatkan di 61 perusahaan. Namun, penempatan ini masih banyak yang diluar Kota Cilegon. Jika dihitung sejak pelantikan Walikota Cilegon, baru 67 tenaga kerja yang terserap di Cilegon,” ujar Hidayatullah saat ditemui di Kantor Disnaker Cilegon, Rabu (23/4).
Dari 67 tenaga kerja yang berhasil ditempatkan di Cilegon, semuanya tersebar di delapan perusahaan. Angka ini masih jauh dari target penyerapan 150 tenaga kerja yang ditetapkan oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar, dalam 100 hari kerja.
“Namun kami optimistis target tersebut bisa dicapai. Saat ini, kami sedang menyiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa perusahaan,” tambahnya.
Selain program penempatan langsung, Disnaker juga mendorong penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, pelatihan kerja, dan program pemagangan. Program pemagangan terbukti efektif membuka jalan bagi lulusan baru untuk diterima di perusahaan.
“Mayoritas peserta magang yang serius, kemudian direkrut langsung oleh perusahaan tempat mereka magang. Misalnya di Krakatau Posco, sekitar 95 persen peserta magang akhirnya direkrut,” jelasnya.
Upaya tersebut juga didukung dengan sinergi bersama program beasiswa “Cilegon Juara” yang diarahkan untuk mendukung pendidikan di bidang yang dibutuhkan oleh industri.
“Kami sedang menyinkronkan program beasiswa agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan bisa langsung terserap ke dunia kerja,” ujar Hidayatullah.
Untuk mengantisipasi informasi lowongan kerja palsu, Disnaker mengingatkan masyarakat untuk mengakses kanal resmi seperti Karirhub milik Kementerian Ketenagakerjaan dan akun Instagram Disnaker Kota Cilegon.
“Jangan sampai tertipu lowongan kerja palsu yang beredar di media sosial tanpa verifikasi,” ujar Hidayatullah.
Pemkot Cilegon juga berencana mengoptimalkan pelaksanaan job fair dan forum HRD yang melibatkan BKK dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam format kolaboratif.
“Kami sedang matangkan konsepnya, apakah mandiri atau dikolaborasikan dengan acara Pemkot. Yang jelas, arahan Pak Wali adalah supaya rekrutmen ini lebih strategis dan menyeluruh,” imbuh Hidayatullah. (*/Red)









