Saiful Bahri Nilai Kepemimpinan Robinsar-Fajar Punya Semangat Kolaboratif dan Harapan Besar untuk Cilegon

CILEGON, penahitam.id/ – Menjelang 100 hari kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar dan Wakil Wali Kota Fajar Jadi Prabowo, berbagai tanggapan muncul dari tokoh masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satunya datang dari Syaiful Bahri, pengusaha sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Banten, yang menilai duet pemimpin muda ini menunjukkan sikap positif dan harapan baru untuk kemajuan Kota Cilegon.

“Kalau bicara 100 hari, saya pikir masih terlalu dini untuk menilai. Tapi saya melihat sudah ada gebrakan, salah satunya revitalisasi Pasar Kranggot. Dan yang paling penting, mereka ini pemimpin yang mau mendengar,” kata Syaiful saat diwawancarai, baru-baru ini.

Menurutnya, kemampuan untuk mendengarkan adalah kunci dari kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif.

PilihanRedaksi

Ia menilai Robinsar dan Fajar mampu menunjukkan sikap terbuka terhadap masukan dari masyarakat, yang akan menjadi bekal penting dalam membangun Cilegon ke arah yang lebih baik.

“Waktu saya bertemu dengan Robinsar, dia tidak hanya bercerita soal prestasinya, tapi benar-benar mendengarkan. Kelihatan rendah hati dan mau belajar. Dan itu penting sekali. Kalau pemimpin mau belajar, insya Allah Cilegon akan lebih baik,” ujarnya.

Saiful juga menyoroti latar belakang keduanya yang berasal dari kalangan muda dan dunia usaha. Ia menilai kombinasi antara pengalaman pesantren yang dimiliki Robinsar dan latar pendidikan luar negeri dari Fajar akan menghasilkan kepemimpinan yang seimbang, progresif, namun tetap religius.

“Dua-duanya muda, semangat belajarnya tinggi. Dan karena keduanya punya jiwa pengusaha, cara berpikirnya pasti lebih kreatif, out of the box. Tapi tetap analitis dan tajam,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu memberdayakan potensi pengusaha lokal. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah daerah dan industri membuka lebih banyak ruang bagi pelaku usaha pribumi untuk terlibat aktif dalam rantai bisnis di Cilegon.

“Harapan saya, buatlah regulasi yang memproteksi dan berpihak kepada pengusaha lokal. Selama ini industri seringkali belum sepenuhnya melibatkan mereka. Padahal, industri punya kewajiban membina pengusaha lokal agar masyarakat sekitar juga tumbuh dan sejahtera,” jelasnya.

Ia juga mengusulkan agar dibuat persentase keterlibatan pengusaha lokal di sektor industri, selama kompetensi dan kemampuan mereka terus ditingkatkan.

“Kalau pengusaha lokal diberi ruang dan peran, itu akan membantu mengurangi pengangguran secara signifikan. Pemerintah harus membuka peluang itu selebar-lebarnya,” tutup Syaiful.

Dengan semangat kolaboratif, keterbukaan, dan fokus pada pemberdayaan lokal, Saiful yakin Cilegon berada di jalur yang tepat di bawah kepemimpinan Robinsar dan Fajar.(DN)

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.