650 KK di Pulomerak Alami Krisis Air Bersih, Distribusi Dilakukan Setiap Hari

Petugas mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di kawasan Gunung Batur dan Tembulum, Kecamatan Pulomerak, Rabu (22/7/2026).

CILEGON – Sebanyak 650 kepala keluarga (KK) di kawasan pegunungan Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, mulai terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Pemerintah Kota Cilegon pun menyalurkan bantuan air bersih setiap hari sebagai upaya memenuhi kebutuhan warga.

Distribusi tahap awal diprioritaskan ke wilayah Gunung Batur 1, Gunung Batur 2, Tembulum, dan Sumur Pring.

Sementara wilayah Ciporong masih mengalami kendala karena akses jalan yang sulit dilalui kendaraan pengangkut air.

PilihanRedaksi

Lurah Mekarsari, Fatoni, mengatakan pendistribusian air bersih dilakukan atas instruksi Wali Kota Cilegon Robinsar setelah meninjau langsung lokasi terdampak kekeringan.

Menurutnya, setiap hari pemerintah menargetkan pengiriman sedikitnya dua tangki air berkapasitas besar yang kemudian didistribusikan menggunakan lima unit kendaraan pikap menuju permukiman warga.

“Ini merupakan perintah Pak Wali untuk dilakukan setiap hari selama musim kemarau. Untuk wilayah Gunung Batur dan Tembulum jumlah warga yang terdampak sekitar 600 kepala keluarga. Jika ditambah dengan wilayah Ciporong, jumlahnya sekitar 650 kepala keluarga lebih,” ujarnya.

Fatoni menjelaskan, bantuan air bersih akan terus disalurkan selama musim kemarau guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Salah seorang warga Lingkungan Tembulum, Madroyadi, mengaku kekeringan hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Bahkan, wilayahnya pernah mengalami kesulitan air bersih hingga hampir satu tahun.

Meski mengapresiasi bantuan dari pemerintah, ia berharap ada solusi permanen agar warga tidak lagi bergantung pada distribusi air bersih setiap tahun.

“Kami berharap ke depan ada sumber air tetap, bisa melalui pengeboran sumur atau solusi lainnya, sehingga warga tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan setiap hari selama musim kemarau.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pembangunan jaringan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang bagi wilayah rawan kekeringan di Kecamatan Pulomerak.

Menurutnya, jaringan pipanisasi tersebut dibangun secara bertahap dari Kecamatan Grogol menuju Suralaya dan selanjutnya akan diperluas hingga menjangkau Cipala, Gunung Batur, Tembulum, serta Ciporong.

Bagikan

Related Posts

Pilihan redaksi

Terpopuler Minggu Ini

TERBARU

Apa yang Sedang Anda Cari?

Masukkan kata kunci untuk menemukan artikel, tokoh, atau topik pilihan.