CILEGON, penahitam.id/ – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Cilegon pada Sabtu (14/6), menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Akibatnya, dua rumah warga dan satu unit mobil mengalami kerusakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat, total kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan, kejadian pertama terjadi sekitar pukul 13.15 WIB di depan Perumahan Metro Link Kependilan, Kelurahan Panggungrawi. Sebatang pohon besar tumbang menimpa sebuah mobil yang tengah terparkir di pinggir jalan.
“Mobil hanya mengalami kerusakan ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp1 juta. Evakuasi selesai pada pukul 14.20 WIB, lalu lintas kembali normal dan situasi terkendali,” kata Suhendi dalam keterangan tertulis, Minggu (15/6).
Peristiwa serupa juga terjadi di kawasan Sukmajaya, tepatnya di area Makam Jabalintang, Kranggot. Pohon tumbang menimpa dua rumah warga milik Yanto (1 KK, 5 jiwa) dan Linda (1 KK, 3 jiwa). Atap rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah.
“Kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta. Proses evakuasi melibatkan BPBD, Tagana, Perkim, Pramuka Peduli, Rescue Banten, serta relawan, dan selesai sekitar pukul 18.55 WIB,” ujarnya.
Tak hanya itu, laporan pohon tumbang juga datang dari Jalan Boulevard Taman Cilegon Indah Blok A1 No 25, Sukmajaya. Pohon yang tumbang sempat menutup akses jalan dan merusak jaringan kabel PLN dan Telkom. Beruntung, tidak ada kerugian material yang signifikan dan evakuasi selesai pada pukul 14.55 WIB.
Suhendi mengungkapkan, pihaknya bersama unsur kepolisian, linmas, dan masyarakat terus bersiaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga 18 Juni mendatang.
Kepala BBMKG Wilayah II, Dr. Hartanto, turut mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Banten, termasuk Cilegon.
“Fenomena atmosfer seperti gelombang Rossby, konvergensi, dan intrusi udara kering sedang aktif dan meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan petir,” ujarnya.
BPBD Cilegon mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan deras dan segera melapor apabila menemukan tanda-tanda bahaya atau kerawanan bencana di lingkungan sekitar. (DN)









