CILEGON, penahitam.id/ – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengapresiasi langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon yang mengawal ketat penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Sikap kritis dan perhatian penuh dari Panitia Khusus (Pansus) RPJMD dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan perencanaan pembangunan daerah lebih realistis, terukur, dan menyerap kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, usai menghadiri rapat bersama Pansus RPJMD di ruang rapat DPRD Kota Cilegon, Senin (30/6).
“Pada prinsipnya kami, mewakili Pemkot Cilegon, menyampaikan terima kasih. Ini bentuk atensi dan kepedulian luar biasa dari teman-teman DPRD, terutama Pansus RPJMD,” kata Fajar kepada wartawan.
Menurutnya, proses pembahasan kali ini jauh lebih rinci dan mendalam dibanding penyusunan RPJMD sebelumnya yang dinilai belum maksimal dalam pencapaian target.
“Tadi banyak yang dibahas meski waktunya singkat. Termasuk aspek-aspek penting seperti pembangunan Wanasari dan Jalan Lingkar Utara (JLU), serta dari mana sumber pendanaannya. Ini bentuk sinergi dan semangat pengawasan bersama,” ungkap Fajar.
Fajar menekankan bahwa pembiayaan pembangunan ke depan tidak boleh sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemkot, kata dia, harus mulai melirik berbagai skema alternatif seperti investasi, kerjasama dengan pihak ketiga, hingga pemanfaatan instrumen pasar seperti Initial Public Offering (IPO).
“Kita harus keluar dari pola pikir APBD-minded. Semua pembangunan tidak bisa semata-mata bergantung pada APBD. Harus ada kreativitas dan inovasi dalam menggali potensi pendapatan lain,” jelasnya.
Ia juga menyentil pentingnya pembaruan strategi pendapatan, termasuk menyesuaikan dengan era digital. Fajar mencontohkan potensi pajak reklame yang kini menurun akibat pergeseran pola promosi ke media sosial.
“Dulu pajak reklame menjadi sumber PAD yang besar. Tapi sekarang, pemasaran lebih banyak lewat media digital. Ini jadi PR besar bagi kita semua agar tidak ketinggalan zaman,” tutur mantan birokrat ini. (*/Red)









